Wednesday, 15 January 2014

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen valid adalah berarti adanya ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Timbangan yang valid digunakan untuk mengukur berat dengan teliti, namun timbangan tidak akan valid untuk mengukur panjang suatu benda.

Sedangkan instrumen reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Meteran yang terbuat dari besi adalah alat ukur yang reliabel, namun jika terbuat dari karet maka meteran tidak akan reliabel, karena menghasilkan ukuran yang berbeda jika dilakukan pengukuran berulang.

Instrumen yang valid dan reliabel adalah syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Instrumen yang reliabel belum tentu valid. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Sedangkan instrumen yang valid pasti reliabel, namun pengujian relibilitas masih tetap dilakukan.

Instrumen yang valid harus mempunyai validitas internal dan validitas eksternal. Instrumen yang memiliki validitas internal atau rasional, bila kriteria yang ada dalam instrumen secara rasional (teoritis) telah mencerminkan apa yang diukur. Jadi kriterianya ada dalam instrumen tersebut. Dikembangkan dari teori yang relevan. Sedangkan instrumen validitas eksternal bila kriteria instrumen disusun berdasarkan fakta-fakta empiris yang telah ada. Dikembangkan dari fakta empiris.

Sebagai contoh mengukur kepuasan pelanggan, maka tolak ukur yang digunakan adalah didasarkan pada tolak ukur yang telah ditetapkan dalam bidang pemasaran sedangkan validitas internal dikembangkan dari teori-teori tentang kepuasan pelanggan.

Pada dasarnya terdapat dua instrumen, yaitu
  1. Instrumen berbentuk tes yang mengukur prestasi belajar. Dalam hal ini terdapat jawaban benar atau salah. Dalam hal ini harus memenuhi validitas kosntruk dan validitas isi
  2. Instrumen berbentuk nontest mengukur sikap. Dalam hal ini tidak ada yang salah atau benar tetapi bersifat positif atau negative. Dalam hal ini cukup memenuhi validitas konstruk saja.

Instrumen yang memiliki validitas kosntruk jika instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur gejala sesuai dengan yang didefinisikan. Misalnya mengukur kepuasan pelanggan maka perlu didefinisikan apa kepuasan pelanggan tersebut. Sedangkan validitas isi dilakukan untuk memastikan apakah isi kuesioner sudah sesuai dan relevan dengan tujuan studi. Misalnya dalam mengukur prestasi belajar, maka instrumen harus disusun berdasarkan materi pelajaran yang telah diajarkan.

Reference:
- Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung.
- Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & B. Bandung.
- Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Mediakom. Yogyakarta.


Reactions:

1 comment:

  1. terimah kasih? dengan jelas saya memahaminya. tp bagai mana cara menghitung dengan 100 item. makasih

    ReplyDelete